Jayapura — Dalam rangka memastikan standar keamanan dan kebersihan pangan pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Yayasan Insan Cendikia Jayapura (YICJ) menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura untuk menyelenggarakan Pelatihan Penjamah Makanan bagi para relawan dari enam dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di bawah mitra Yayasan Insan Cendikia Jayapura. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (5/3/2026) bertempat di Cendikia Ballroom dan diikuti oleh 175 relawan.
Para peserta pelatihan berasal dari enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di bawah koordinasi YICJ, yaitu SPPG Dobonsolo, SPPG Hinekombe, SPPG Sentani Kota, SPPG Ifar Besar/Yobeh, SPPG Unurum Guay, dan SPPG Waibu. Selain para relawan, kegiatan ini juga dihadiri oleh para Kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, serta PIC dari masing-masing dapur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Insan Cendikia Jayapura Jamaludin Lado Rua, S.H., M.H., C.Me., CLA., Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Jayapura Ruth Widyastuti Putri Wangloan, S.Tr., Sos., serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Rusli, S.Km., M.Kes.
Dalam sambutannya, Ketua YICJ Jamaludin Lado Rua menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu syarat penting dalam pengoperasian dapur MBG. Ia mengingatkan para relawan untuk mengikuti pelatihan dengan serius karena sertifikasi penjamah makanan menjadi bagian dari persyaratan administrasi operasional dapur.
“Acara ini kami selenggarakan sebagai salah satu syarat untuk pengoperasian dapur. Jadi apabila bapak dan ibu tidak mengikuti pelatihan ini dengan baik, tidak lulus, dan tidak memperoleh sertifikasi dari Dinas Kesehatan, maka jangan berharap dapat diterima sebagai relawan yang akan bertugas di dapur MBG. Pelatihan ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian penting dari tanggung jawab kita dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan yang akan disajikan,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Korwil Badan Gizi Nasional Kabupaten Jayapura Ruth Widyastuti Putri Wangloan menyampaikan bahwa salah satu persyaratan dapur SPPG dapat beroperasi adalah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Salah satu syarat untuk memperoleh sertifikat tersebut adalah seluruh tenaga yang bekerja di dapur harus memiliki sertifikat penjamah makanan.
“Oleh sebab itu, pelatihan ini sangat penting. Kami berharap bapak dan ibu dapat mengikuti seluruh materi dengan sungguh-sungguh, karena apa yang dipelajari hari ini adalah hal-hal yang akan langsung diterapkan di lapangan saat dapur mulai beroperasi,” ujarnya.
Materi pelatihan disampaikan oleh Rusli, S.Km., M.Kes dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara rinci mengenai peran dan tugas SPPG, mulai dari proses persiapan bahan makanan, teknik pengolahan yang higienis, standar keamanan pangan, hingga prosedur pendistribusian makanan kepada penerima manfaat. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengelolaan kebersihan dapur serta penanganan limbah hasil produksi makanan agar tetap sesuai dengan prinsip kesehatan lingkungan.
Melalui pelatihan ini, Yayasan Insan Cendikia Jayapura berharap seluruh relawan yang akan bertugas di enam dapur MBG memiliki pemahaman yang baik mengenai standar higiene dan sanitasi makanan. Dengan demikian, operasional dapur dapat berjalan secara profesional, aman, dan mampu mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Jayapura.








